Melihat Eksperimen Mencampurkan Vaksin Covid 19

Melihat Eksperimen Mencampurkan Vaksin Covid 19 – Saat ini sudah semakin banyak orang yang terus untuk melakukan berbagai jenis aktivitas terbaik untuk bisa dengan mudah mendapatkan apa yang di inginkan. Termasuk dengan beberapa eksperimen dari berbagai percobaan mengenai vaksinasi ataupun virus covid yang saat ini sedang mewabah. Banyak orang yang ingin untuk terus melakukan penelitian untuk mendapatkan banyak informasi yang jarang di ketahui orang bahkan belum dapat terpercahkan

Tiongkok sedang mengeksplorasi ide terkait penyuntikkan vaksin COVID-19 dalam jenis yang berbeda. Ide ini muncul demi menutup margin dalam rendahnya efikasi vaksin COVID-19.

Kepala Pusat Kontrol dan Pengendalian Penyakit, Gao Fu, menyatakan sebenarnya pihaknya sedang memikirkan dua metode dalam menyuntikkan vaksin COVID-19.

Melihat Eksperimen Mencampurkan Vaksin Covid 19

1. Jadi serangan frontal terhadap efektivitas vaksin Tiongkok
Opsi pertama adalah mengatur dosis vaksin. Interval antara dosis atau meningkatkan jumlah dosis. Lalu, adalah dengan menyuntikkan vaksin dengan teknologi yang berbeda.

Sebenarnya, menyuntik vaksin dengan jenis yang berbeda, saat ini belum direkomendasikan di Tiongkok. Namun, sejumlah ahli kankancow medis lokal, setuju metode tersebut diterapkan.

Dilansir South China Morning Post, ini opsi yang dilempar Gao jadi sebuah serangan frontal terhadap efektivitas vaksin produksi Tiongkok, yang terbilang rendah.

2. Tiongkok nyatakan aman, negara lain masih bimbang
Dari uji klinis serta penelitian yang dilakukan di Tiongkok, mencampur jenis vaksin COVID-19 yang berbeda, bisa dipastikan aman.

Namun, sejumlah negara seperti Inggris dan lainnya, masih meneliti apakah benar mengombinasikan jenis vaksin dalam proses penyuntikkan bisa membuat proteksi yang lebih aman.

3. Yang sudah dapat dosis kedua, bisa disuntik untuk kali ketiga
Di sisi lain, pendapat Gao juga diamini oleh Tao Lina, ahli vaksin dari Tiongkok. Menurutnya, apa yang dikemukakan Gao cukup masuk akal karena level antibodi yang dibentuk dari vaksin produksi buatan Tiongkok masih jauh lebih rendah.

Maka dari itu, Tao menyarankan agar ada suntikan dosis ketiga yang menggunakan jenis vaksin berbeda.

“Namun, vaksinasi harus dilakukan dengan kecepatan yang penuh. Jangan tunggu sampai ada vaksin sempurna,” terang Tao.